Maospati –  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Magetan menindak tegas cafe remang-remang di Desa Malang yang masih beroperasi, karena diduga sebagai lokasi mabuk-mabukan dan prostitusi. “Kami sudah melakukan sidak beberapa waktu lalu, namun apabila tujuh hari ke depan masih ada yang beroperasi akan ditindak tegas dengan meyegel cafe itu,” kata Bpk Drs Chanif Tri Wahyudi Msi Kasatpol PP Magetan pada Senin (19/02/2018).

Disampaikan Pula bahwa  penutupan cafe terebut dilakukan karena sangat meresahkan warga setempat sehingga pihaknya akan melakukan langkah-langkah tegas untuk membasmi penyakit masyarakat itu.

Sebelum dilaksanakan penyegelan pihaknya sudah menggelar rapat bersama dengan Aparatur Desa Malang Kecamatan Maospati, Polsek dan Koramil 0804/06 Maospati dan 17 pegusaha cafe remang-remang di daerah itu untuk segera menutup lokasi kafe tersebut, hal ini dikarenakan sudah beralih fungsinya dari kegiatan ijin pendirian sebelumnya. Dijelaskan dari ijin awal adalah digunakan untuk usaha warung Kopi dan warung makanan namun seiring waktu berjalan banyak digunakan untuk café dan minuman beralkhohol.

Sebelum adanya keputusan untuk menutup cafe itu dilakukan, karena banyak keluhan masyarakat yang melihat cafe itu mempekerjakan pelayan wanita (waitress) dengan jumlahnya cukup banyak dan sering menjadi lokasi mabuk-mabukan dan transaksi prostitusi sehingga dilakukan penertiban.

Dalam kegiatan penertiban dan pemasangan segel di pintu pintu café dilakaksanakan dan dihadiri oleh Pol PP provinsi dan pol PP Kabupaten, sub denpom, polsek, koramil Maospati dan perwakilan dari perangkat Desa Malang kurang lebih 50 orange, Ia menerangkan bahwa penertiban ini setelah terbitnya Surat teguran ke II No 302/039/403.106/2018 pada tanggal 12 februari 2018.

Dalam giat pemasangan segel di  17 cafe tersebut berjalan dengan tertib, aman dan lancar tidak adanya unsur perlawanan serta penolakan dari pengusaha cafe,  pada intinya dari pihak pengusaha cafe menerima dan mematuhi keputusan tersebut.

Tinggalkan Balasan