Pelaksanaan Vaksin Difteri Tahap III Di Wilayah Kecamatan Maospati

Magetan – Sejumlah anak usia 0-19 tahun di wulayah Kecamatan Maospati mengikuti program outbreak response immunization (ORI) Tahap III .

Ketua  Pengelola Program Promkes Kecamatan Maospati Ibu Mila Kurniawati mengatakan, program ORI tahap pertama Balita ( Bawah Lima Tahun) dilakukan secara serentak di 15 Desa dan Kelurahan Se Kecamatan Maospati dilaksanakan Di Posyandu. Sedangkan, untuk anak usia 5-19 tahun dapat melakukan imunisasi di sekolah baik TK, SD, SMP, SMA.

“Untuk program ORI tahap III diwilayah kerja Puskesmas Maospati ditargetkan untuk 100 % sudah tercakup Imunisasi Difteri baik dari tingkat Posyandu hingga anak s3kolah mulai dari siswa SD, SMP dan SMA yang akan diberikan vaksin DPT, bahkan banyak juga anak usia sekolah yang ikut imunisasi di Posyandu. Sedangkan untuk anak usia sekolah akan diberikan vaksin ketika jam masuk sekolah,” ujar Ibu Mila Kurniawati usai mendatangi pelaksanaan ORI Di SMPN 2 Maospati , Kamis (09/11/2018).

Dikatakan Pula bahwa pihaknya akan terus berupaya agar seluruh anak di seluruh Kecamatan Maospati khususnya Di Kecamatan Maoapati mendapatkan imunisasi difteri lengkap. Untuk itu, dirinya pun memaksimalkan kinerja TPP PKK, Puskesmas dan seluruh kader Posyandu untuk menyukseskan 100 persen imunisasi difteri di wilayah kerja Puskeamas Maospati. “Setiap anak diberikan kartu imunisasi untuk mencatat tahapan vaksin yang diberikan. Vaksin setiap usia juga dibedakan untuk usia 0-5 tahun  diberikan vaksin DPT-HB, usia  5-7 tahun vaksin DT, sedangkan usia 7-19 tahun diberikan vaksin Td,” tuturnya.

Ia menuturkan, pihaknya terus berupaya dan berkerja Sama dengan pihak terkait untuk memberikan sosialisasi ORI kepada masyarakat. Sosialisasi itu agar para orangtua sadar dan paham bagaimana pentingnya imunisasi difteri.

“Keberhasilan program ORI  di Kecamatan Maospati dikarenakan antusias orangtua yang cukup tinggi. Kami memanfaatkan internet untuk meyakinkan bahwa difteri mengancam anak-anak bahkan orang dewasa. Jadi jangan dianggap remeh, dan wajid ikut vaksin,” terangnya.

 Dalam Kegiatan ORI difteri di wliayah Kecamatan Maospati selain dihadiri oleh petugas Puskesmas,tim medis juga dipantau dan dihadiri dari masing – masing Babinsa dari Koramil 0804/06 Maospati serta dari instansi terkait. [R.06]

Tinggalkan Balasan