Komandan Kodim 0804 Magetan ke-38Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Sebagai insan hamba Tuhan, marilah kita selalu memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan Taufiq dan Hidayah NYA sehingga buku sejarah terbentuknya kesatuan Kodim 0804 Magetan dapat tersusun.

Sejarah adalah merupakan peristiwa yang menyangkut hal Ihwal keberadaan suatu tempat maupun manusia dengan berbagai kejadian dimasa lampau. Nilai-nilai Sejarah perjuangan Bangsa, merupakan suatu pengabdian yang luhur dan dapat dijadikan tonggak dasar bagi kita sebagai prajurit dalam mengemban tugas pokok TNI. Terbentuknya satuan Kodim 0804 Magetan tidak terlepas dari sejarah perjuangan prajurit TNI bersama rakyat pada perang kemerdekaan Republik Indonesia di dalam menghadapi serangan pasukan Belanda dan Sekutu maupun menumpas pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di wilayah Madiun dan Magetan. Oleh karena itu sebagai ilmu, sejarah adalah rekonstruksi kejadian (kisah) yang dibuat dari peristiwa masa lalu sehingga melahirkan teori, norma-norma, metode / sistem yang mengolah peristiwa dan kejadian yang penting agar berdaya guna.

Semoga dengan tersusunnya buku sejarah terbentuknya satuan Kodim 0804 ini dapat bermanfaat sebagai ilmu pengetahuan bagi seluruh personel dalam menyikapi setiap tantangan tugas dan tanggung jawab dimasa yang akan datang.

Akhirnya dengan adanya tulisan-tulisan yang dimuat dalam buku sejarah ini dapat menambah wawasan bagi kita semua.

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Komandan Kodim 0804

Letnan Kolonel Arm Heri bayu Widiatmoko

Kata Pengantar

Komando Distrik Militer (Kodim) adalah satuan Komando pelaksana bersifat kewilayahan yang berkedudukan langsung dibawah Komando Resor Militer (Korem) dengan tugas pokok menyelenggarakan pembinaan Teritorial untuk menyiapkan wilayah pertahanan di Darat dan menjaga keamanan wilayahnya. Sebagai pembina Teritorial, Kodim 0804 mempunyai fungsi untuk menyelenggarakan pembinaan kemampuan Teritorial yang meliputi Pembinaan Perlawanan wilayah, Pembinaan Komunikasi sosial dan Pembinaan Bhakti TNI dengan tugas antara lain:

  1. Membantu Pemerintah Kabupaten dalam menyiapkan secara dini potensi Nasional menjadi kekuatan pertahanan aspek Darat.
  2. Membantu Pemerintah Kabupaten dalam memberdayakan komponen pendukung dan menyelenggarakan pelatihan dasar Militer secara wajib bagi warga Negara sesuai peraturan perundang-undangan.
  3. Membantu tugasPemerintah Kabupaten untuk memberikan bantuan kemanusiaan, menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, rehabilitasi infrastruktur dan lain-lain.
  4. Membangun, memelihara, meningkatkan dan memantapkan kemanunggalan TNI dan rakyat.

Diterapkannya Binter sebagai fungsi utama semoga dapat menggali arti dan makna bagi satuan Komando kewilayahan dengan fungsi :

  1. Binter sebagai sistim pembinaan TNI AD untuk menumbuhkan sikap teritorial pada diri setiap prajurit.
  2. Binter sebagai perangkat sistem pertahanan Negara untuk pembinaan potensi sumberdaya Nasional dalam rangka mewujudkan Ruang, Alat dan Kondisi juang yang tangguh.
  3. Binter sebagai perangkat sistem pertahanan Nasional yang diarahkan untuk turut mensukseskan program pembangunan Nasional yang berarti meningkatkan Ketahanan Nasional di bidang IPOLEKSOSBUD khususnya Hankam.

Dengan terselenggaranya pola Binter yang diterapkan di jajaran wilayahnya dan terkait dengan latar belakang Sejarah Perjuangan bangsa Indonesia, diharapkan dapat menumbuhkan unsur Bela Negara dan kecintaan Rakyat kepada TNI.

Magetan, Oktober 2017

Pendahuluan

1. Umum

a. Generasi sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945 telah memberikan kontribusi cukup besar dan dapat diartikan sebagai peletakan dasar-dasar untuk membangun bangsa Indonesia termasuk di dalamnya membangun karakter bangsa Indonesia. Nilai-nilai dasar tersebut diigali dari sumber budaya dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia mulai dari perjuangan bangsa Indonesia melawan system Penjajah, dalam rangka mewujudkan cita cita menuju Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 sampai dengan perjuangan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia.

b. TNI-AD yang lahir dari kancah perjuangan bersenjata bangsa Indonesia telah memberikan kontribusi sesuai kemampuan, kompetensi dan profesinya dalam perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan serta dalam rangka menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. TNI-AD berjuang bersama rakyat Indonesia dengan jiwa dan semangat patriotisme yang tinggi, tidak mengenal menyerah, rela berkorban serta semangat persatuan dan kesatuan guna mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan menjaga kelestarian NKRI.

c. Dari latar belakang Sejarah itulah cikal bakal TNI begitu besar perannya dalam merebut, mempertahankan dan mengisi Kemerdekaan termasuk keberadaan Kodim 0804 Magetan yang dibentuk pada tahun 1948. Untuk mengetahui latar belakang terbentuknya satuan Kodim 0804 Magetan maka disusun Sejarah Satuan dalam rangka pelestarian Nilai nilai Kejuangan di lingkungan TNI AD khususnya wilayah Kodim 0804 Magetan.

2. Maksud dan Tujuan

a. Maksud. Untuk memberikan gambaran dan penjelasan tentang sejarah satuan terbentuknya Kodim 0804

b. Tujuan. Agar Komando Atas mengetahui sejarah satuan Kodim 0804 Magetan dalam rangka melestarikan Nilai-nilai kejuangan dilingkungan TNI AD.

3. Dasar

a. Surat Telegram Pangdam V/Brawijaya Nomor ST/478/2010 tanggal 14 Mei 2010 tentang Perintah menyusun dan menulis buku sejarah satuan, data Pahlawan, anggota yang gugur dan cacat serta anggota yang dapat penghargaan Negara atas prestasinya.

b. Surat Telegram Danrem 081/DSJ Nomor ST/229/2010 tanggal 10 Juni 2010 tentang Perintah menyusun dan menulis buku sejarah satuan.

BAB II

4. Keberadaan satuan-satuan di wilayah karesidenan Madiun

Untuk memperjuangkan dan mempertahankan Kemerdekaan yang baru diperoleh, Bangsa Indonesia segera membentuk organisasi bersenjata bernama BKR (Badan Keamanan Rakyat) pada tanggal 22 Agustus 1945 yang beranggotakan bekas Heiho, Peta, Seinendan, Pok Pemuda Rakyat, Buruh, Guru dan lain-lain.

Disamping BKR juga lahirlah Badan-badan perjuangan lainnya serta organisasi massa seperti Hisbullah, Pesindo, Korps Pelajar dan lain-lain di seluruh Indonesia dengan tujuan yang sama, maka di Jawa Timur, di Kota-kota karesidenan, Kabupaten terbentuklah BKR-BKR.

BKR di wilayah Karesidenan Madiun dan Kediri terdiri dari :
a. BKR Karesidenan Kediri dipimpin Sdr. Surachmad.
b. BKR Kabupaten Kediri dipimpin Sdr.Tjipto Darsono.
c. BKR Karesidenan Madiun dipimpin Sdr. Soemantri.
d. BKR Kabupaten Madiun dipimpin Sdr.Moerman Slamet.
e. BKR Kabupaten Ponorogo dipimpin Sdr. Soeprapto Sukowati.
f. BKR Kabupaten Magetan dipimpin Sdr.Niti Hadi Sekar.
g. BKR Kabupaten Ngawi dipimpin Sdr.Soetojo.
h. BKR Kabupaten Trenggalek dipimpin Sdr. Harsono.
i. BKR Kabupaten Tulungangung dipimpin Sdr.Koesnadi.
j. BKR Kabupaten Blitar dipimpin Sdr.Soehoed.
k. BKR Kabupaten Nganjuk dipimpin Sdr. Singgih.
l. BKR Kabupaten Pacitan ikut Daerah Solo.

5. Cikal Bakal Korem 081

Insiden pertempuran melawan Sekutu paska terbentuknya BKR semakin meluas dan terjadi dimana-mana, karena itu semakin terasa perlunya tentara yang kuat dan sempurna sebagai penjaga untuk melindungi cita-cita Nasional.

Maka dengan Dekrit Presiden Republik Indonesia Nomor : X-1 tanggal 5 Oktober 1945 dibentuklah Tentara Indonesia dengan nama Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pemberian nama tersebut sangat tepat, sebab di dalamnya terdapat Prajurit-Prajurit dari segala lapisan masyarakat dan golongan yang menunjukan bersatunya rakyat dalam membela Bangsa dan Negara.

Seperti hal-hal didaerah lainnya, Daerah Madiun dan Kediri juga tersusun TKR divisi VI yang berkedudukan di Kediri dan membawahi wilayah Kediri dan Madiun dibawah pimpinan Jendral Mayor Soediro. Memasuki tahun 1946 perubahan nama Tentara Keamanan Rakyat menjadi Tentara Keselamatan Rakyat (TKR) dan untuk Panglima Divisi VI Jendral Mayor Soediro digantikan oleh Kolonel Soesalit dari Cirebon.

Belum lagi penyusunan Tentara Keamanan Rakyat ini selesai dengan sempurna, keluarlah ketetapan Pemerintah Nomor : 4/S.D tahun 1946 tentang perubahan nama dari TKR menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) dan untuk Divisi VI dibawah pimpinan Jendral Mayor Soengkono. Meskipun menghadapi banyak kesulitan, namun untuk penyempurnakan organisasi Angkatan Perang tidak pernah berhenti, dan pada tanggal 5 Maret 1947 guna mempersatukan laskar-laskar bersenjata di seluruh Indonesia menjadi satu Komando, Pemerintah mengeluarkan penetapan dengan merubah nama menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berlaku mulai tanggal 3 Juli 1947.

Pada tahun 1948 dari laskar-laskar Pejuang gerilyawan diwilayah Madiun membentuk suatu kesatuan satu diantaranya diwilayah Magetan terbentuklah Kesatuan Kodim Magetan yang dipimpin :.
1. Kapten Imam Hadi tahun 1948 s.d tahun 1948 Dandim ke I
2. Mayor Subiyantoro tahun 1948 s.d tahun 1949 Dandim ke 2
3. Lettu Sudiyono tahun 1949 s.d tahun 1950 Dandim ke 3
4. Lettu Broto Sumini tahun 1950 s.d tahun 1951 Dandim ke 4
5 Lettu Sujoto tahun 1951 s.d tahun 1953 Dandim ke 5
6. Kapten Muhammad Sofa tahun 1953 s.d tahun 1956 Dandim ke 6
7. Lettu Pudjo Santoso tahun 1956 s.d tahun 1958 Dandim ke 7
8. Lettu Muhammad Basri tahun 1958 s.d tahun 1960 Dandim ke 8
9. Kapten Abd Alim Mashadi tahun 1960 s.d tahun 1960 Dandim ke 9
10. Kapten Saleh Hasan tahun 1960 s.d tahun 1962 Dandim ke 10
11. Kapten Hardjo Soenarso tahun 1962 s.d tahun 1963 Dandim ke 11
12. Kapten Alim Sudarsono tahun 1963 s.d tahun 1964 Dandim ke 12.

Selanjutnya berdasarkan Surat Perintah Pangdam VIII/Brawijaya Nomor SP-429/3/1963 tanggal 23 Maret 1963, Komandan Resimen A (Letkol Soebandi) ditunjuk sebagai anggota formatur dalam pembentukan Korem 081 Dam VIII/Brawijaya. Dalam penyusunan organisasi ini Tim formatur banyak menemui hambatan / kesulitan terkait dengan fasilitas yang diperlukan dan membutuhkan kebijakan serta pemikiran yang tepat dan cepat, yang selanjutnya pada bulan April 1963 hasil formatur dilaporkan kepada Pangdam VIII/Brawijaya.

Dengan dasar Surat Keputusan Pangdam VIII/Brawijaya Nomor Kep-185/11/1963 tanggal 21 Nopember 1963 tentang penentuan waktu resmi berdirinya Korem-Korem dan Brigif-Brigif organik Kodam VIII/Brawijaya.

Selanjutnya Kesatuan Korem 081, Korem 082 dan Korem 083 diresmikan melalui upacara pada tanggal 25 Nopember 1963 oleh Pangdam VIII/Brawijaya Mayjen Basuki Rahmad di Kota Malang, sekaligus menetapkan Letkol W Soedjono sebagai Komandan Korem 081 serta pemberian nama Korem 081 dengan DHIROTSAHA JAYA yang berarti KEPAHLAWANAN YANG JAYA.

Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam VIII/Brw Nomor : Kep. 152/10/1963 tanggal 16 Oktober 1963 Korem 081 mempunyai daerah kekuasaan Hukum meliputi Daerah Ex Karesidenan Kediri dan Madiun, tidak termasuk daerah kekuasaan Angkatan Udara Pangkalan Iswahyudi di Maospati, serta membawahi Kodim – kodim sebagai berikut :
a. Kodim 0801/Pacitan Komandan Letkol Soewarno.
b. Kodim 0802/Ponorogo Komandan Letkol Soewarjo.
c. Kodim 0803/Madiun Komandan Letkol Moedjali.
d. Kodim 0804/Magetan Komandan Letkol Moerdjono.
e. Kodim 0805/Ngawi Komandan Letkol Soemantri.
f. Kodim 0806/Trenggalek Komandan Mayor Paimin.
g. Kodim 0807/Tulungagung Komandan Letkol Soegoro.
h. Kodim 0808/Blitar Komandan Letkol Soedjono.
i. Kodim 0809/Kediri Komandan Letkol Moekadji.
j. Kodim 0810/Ngajuk Komandan Letkol Saleh Hasan.

6. Terbentuknya Kodim 0804 / Magetan

Sejak ditetapkannya organisasi TNI pada tanggal 5 Maret 1947 dalam sejarah perkembangannya TNI diwilayah Madiun masih banyak mengalami gangguan / ujian serta cobaan-cobaan yang sangat berat baik dari dalam maupun dari luar Negeri.

Dengan adanya tantangan tersebut maka susunan organisasi TNI diwilayah Jawa dan Madura yang semula terdiri atas 10 Divisi diperkecil menjadi 7 Divisi. Divisi V/Ronggolawe yang berkedudukan di Mantingan mempunyai 4 Resimen dengan Panglima Jendral Mayor Djati Kusumo, dan salah satu Resimen berkedudukan di Madiun dengan nama Resimen 31 di bawah pimpinan Letnan Kolonel Soemantri dan mempunyai Batalyon-Batalyon sebagai berikut:
a. Batalyon I di Madiun dipimpin Mayor Roekminto
b. Batalyon II di Ngawi dipimpin Mayor Basoeki Rachmad
c. Batalyon III di Ponorogo dipimpin Mayor Soeprapto Sukowati
d. Batalyon IV di Maospati dipimpin Mayor Soetojo
e. Batalyon Depot di Magetan dipimpin Kapten Soebirin

Belum lagi situasi reda menghadapi serangan pendadakan dari Belanda yang dibantu Sekutu, pada tanggal 18 September 1948 terjadi kudeta yang dilaksanakan oleh Fron Demokrasi Rakyat (PKI) di wilayah Madiun. Kudeta ini segera diikuti oleh PKI – PKI di seluruh daerah Karesidenan Madiun bahkan di daerah lainpun hampir meletus dan terjadi pemberontakan. Melihat situasi yang demikian genting maka Pemerintah Pusat segera mengangkat Kolonel Soengkono sebagai Gubernur Militer Jawa Timur dengan tugas menumpas dan merebut kembali Kota Madiun dari tangan PKI dan mengamankan wilayah Jawa Timur secara keseluruhan. Pada tanggal 30 September 1948 jam 16.30 Kota Madiun dapat direbut kembali serta dilanjutkan dengan pengejaran dan pembersihan terhadap sisa-sisa anggota PKI, dan pada bulan Oktober 1948 pemimpin besar PKI ”Sdr Moeso” terbunuh di Desa Kanten Kabupaten Ponorogo.

Sewaktu pemberontakan Madiun meletus tahun 1948, di Kediri terbentuklah Komando Militer Daerah atas penetapan Gubernur Militer Jawa Timur, dan sebelumnya disetiap Kabupaten telah ada / berdiri kesatuan Komando Distrik Militer (KDM) yang termasuk didalamnya Kodim Magetan dipimpin oleh Kapten Imam Hadi yang berkedudukan di Desa Ngunut Kecamatan Parang Kabupaten Magetan.

BAB III

Perkembangan Satuan

7. Unsur Pimpinan

Pembentukan Kodim Magetan (KDM) tahun 1948 dengan harapan dan tujuan untuk mengacaukan serta menghambat masuknya pasukan Belanda / Sekutu dari Jawa Tengah melalui Cemoro Sewu dan Sarangan yang akan menyerang Kabupaten Madiun karena daerah ini dianggap berdekatan dengan daerah Gubernur Militer yang dinilai oleh Belanda sebagai Komando Taktis Gubernur Militer II.

Pada tanggal 29 Desember 1948 lapangan terbang Maospati di Bom oleh 4 pesawat terbang Belanda, dan dengan adanya serangan dadakan tersebut pasukan yang berada di wilayah Magetan, Ngawi dan Madiun berusaha mengadakan serangan balasan. Berbagai taktik dan strategi yang dikenal dengan gerilya S.S (Soeprapto Sukowati) diterapkan ditiap-tiap Kabupaten yang merupakan pertahanan Teritorial, hingga perlawanan dan pertempuran berakhir di perundingan melalui konfrensi Meja Bundar.

Dalam menghadapi perintah penghentian tembak-menembak, pasukan kita dikonsolidasikan ditepi-tepi Kota untuk kemudian mengambil alih daerah yang ditinggalkan Belanda.

Dislokasi penempatan pasukan sebagai berikut :
a. Diperbatasan Kota Madiun ditempatkan Batalyon 40.
b. Diperbatasan Kota Magetan ditempatkan Batalyon 37 yang didatangkan dari Blitar.
c. Diperbatasan Kota Ponorogo ditempatkan Batalyon Sikatan.

Selanjutnya pada tahun 1949 Markas Kodim berpindah dari desa Ngunut Kecamatan Parang ke Kecamatan / Kabupaten Magetan menempati rumah Sdr. Oschar (Warga Negara Indonesia keturunan RRC) yang telah ditinggalkan dan dikosongkan oleh pihak Belanda sampai dengan sekarang.

Daftar urut pejabat Komandan Kodim 0804 sebagai berikut :
1. Kapten Imam Hadi tahun 1948 s.d tahun 1948 Dandim ke I
2. Mayor Subiyantoro tahun 1948 s.d tahun 1949 Dandim ke 2
3. Lettu Sudiyono tahun 1949 s.d tahun 1950 Dandim ke 3
4. Lettu Broto Sumini tahun 1950 s.d tahun 1951 Dandim ke 4
5. Lettu Sujoto tahun 1951 s.d tahun 1953 Dandim ke 5
6. Kapten Muhammad Sofa tahun 1953 s.d tahun 1956 Dandim ke 6
7. Lettu Pudjo Santoso tahun 1956 s.d tahun 1958 Dandim ke 7
8. Lettu Muhammad Basri tahun 1958 s.d tahun 1960 Dandim ke 8
9. Kapten Abd Alim Mashadi tahun 1960 s.d tahun 1960 Dandim ke 9
10. Kapten Saleh Hasan tahun 1960 s.d tahun 1962 Dandim ke 10
11. Kapten Hardjo Soenarso tahun 1962 s.d tahun 1963 Dandim ke 11
12. Kapten Alim Sudarsono tahun 1963 s.d tahun 1964 Dandim ke 12.
13. Letkol Moerdjono tahun 1964 s.d tahun 1966 Dandim ke 13.
14. Letkol Inf Slamet S.Sutaryo tahun 1966 s.d tahun 1969 Dandim ke14
15. Letkol Inf Paimin NRP 10567 tahun 1969 s.d tahun 1972 Dandim ke15
16. Letkol Inf Moch Arifin NRP 16185 tahun 1972 s.d tahun 1974 Dandim ke 16.
17. Letkol Inf Panudju NRP 264451 tahun 1974 s.d tahun 1978 Dandim ke 17.
18. Letkol Inf Suwadji NRP 123052 tahun 1978 s.d tahun 1979 Dandim ke 18.
19. Letkol Inf J. Sukono NRP 19780 tahun 1979 s.d tahun 1982 Dandim ke 19.
20. Letkol Inf J.A. Kaligis NRP 19681 tahun 1982 s.d tahun 1984 Dandim ke 20.
21. Letkol Inf Dunidja NRP 21247 tahun 1984 s.d tahun 1986 Dandim ke 21.
22. Letkol Inf Binsar Arwan NRP 22280 tahun 1986 s.d tahun 1988 Dandim ke 22.
23 Letkol Inf Yos Rizal NRP 22333 tahun 1988 s.d tahun 1990 Dandim ke 23.
24 Letkol Inf Giyono Sutomo NRP 23316 tahun 1990 s.d tahun 1991 Dandim ke 24.
25. Letkol Inf Maiza Amin NRP 23458 tahun 1991 s.d tahun 1992 Dandim ke 25.
26. Letkol Inf Urip Santoso NRP 25244 tahun 1992 s.d tahun 1996 Dandim ke 26.
27. Letkol Inf Munadi NRP 478059 tahun 1996 s.d tahun 1998 Dandim ke 27
28. Letkol Inf M. Nababan NRP 29380 tahun 1998 s.d tahun 1999 Dandim ke 28.
29. Letkol Inf Moch Hafis NRP 29500 tahun 1999 s.d tahun 2002 Dandim ke 29.
30. Letkol Czi D. Agus. R NRP 30574 tahun 2002 s.d tahun 2003 Dandim ke 30.
31. Letkol Inf H. Dul Rahman NRP 401461 tahun 2003 s.d tahun 2005 Dandim ke 31.
32. Letkol Art I Ketut Sumerta NRP 30901 tahun 2005 s.d tahun 2008 Dandim ke 32.
33. Letkol Inf FX. Giyono NRP 32261 tahun 2008 s.d 2010 Dandim ke 33.
34. Letkol Inf Rusmili, S.IP NRP 1910027321067 tahun 2010 s.d 2011 Dandim ke 34.
35. Letkol Kav Sugiono, S.IP NRP 1920037051270 tahun 2011 s.d 2012 Dandim ke 35
36. Letkol Inf Soelistyo Bawono NRP 11940027290573 tahun 2012 s.d 2015 Dandim ke 36

37. Letkol Inf Herwin Rizayan Iszal S.I.P tahun 2015 s.d 2016 Dandim ke 37

36. Letkol Arm Heri Bayu Widiatmoko tahun 2016 s.d Sekarang  Dandim ke 38

8. Organisasi Kodim 0804

Berdasarkan Peraturan Kasad Nomor Perkasad/18/IV/2008 tanggal 8 April 2008 tentang Organisasi dan tugas Kodim, Kodim 0804 tahun 2009/2010 disusun dalam 4 eselon dan jabatan berdasarkan struktur organisasi sebagai berikut :
a. Eselon Pimpinan.
Komandan Kodim (Dandim)
dijabat oleh Letkol Arm Heri bayu Widiatmoko.

b. Eselon Pembantu Pimpinan
1) Kepala Staf Kodim (Kasdim)
dijabat oleh Mayor Inf Sunarto
2) Perwira Seksi Intelijen (Pasi Intel)
dijabat oleh Kapten Inf Kiswanto SE
3) Perwira Seksi Operasi ( Pasi Ops)
dijabat oleh Kapten Inf Drs Puguh Prihandoko
4) Perwira Seksi Administrasi (Pasimin)
dijabat oleh Kapten Caj Jemani
5) Perwira Seksi Teritorial (Pasi Ter)
dijabat oleh Kapten Inf Misran

c. Eselon pelayanan
Kepala kelompok Tata Usaha dan Urusan Dalam (Kapok Tuud) dijabat oleh Pelda Suparna

d. Eselon Pelaksana
1) Komandan Koramil (Danramil)
a) Danramil 0804/01 dijabat oleh Kapten Inf Suwarno
b) Danramil 0804/02 dijabat oleh Kapten Inf Waluyo Utomo NRP 554590
c) Danramil 0804/03 dijabat oleh –
d) Danramil 0804/04 dijabat oleh Kapten Inf Sugeng Hariyono NRP 544901
e) Danramil 0804/05 dijabat oleh Kapten Inf Kuncoro Subekti NRP 548929
Danramil 0804/06 dijabat oleh Kapten Inf Priyono
g) Danramil 0804/07 dijabat oleh Kapten Inf Arif Wibowo
h) Danramil 0804/08 dijabat oleh Kapten Inf Suparlan NRP 575757
i) Danramil 0804/09 dijabat oleh Kapten Inf Supriyanto NRP 634213
j) Danramil 0804/10 dijabat oleh Kapten Inf Sugiri NRP 571907
k) Danramil 0804/11 dijabat oleh Kapten Inf Sarpan NRP 612329
l) Danramil 0804/12 dijabat oleh Kapten Arm Sukardi
m) Danramil 0804/13 dijabat oleh Kapten Inf Efendi Santoso
2) Komandan Unit Intel Kodim (Dan Unit Intel Dim)
Dijabat oleh Letda Inf Slamet

9. Pengembangan dan penempatan Pos penghubung Ramil

Guna menghadapi agresi ke II pasukan Belanda, ditiap-tiap desa terbentuk satu Regu Pagar Desa (Pasukan Gerilya) dengan seorang Kader sebagai pimpinannya dan beranggotakan pemuda–pemuda desa. Adapun Pagar Desa bertugas secara langsung membantu Pasukan Mobil terutama didalam penyelidikan terhadap musuh dan sebagai penunjuk jalan.

Sesudah 2 s/d 3 bulan dari permulaan agresi ke II barulah ditiap-tiap Kecamatan dibentuk Komando Onder Distrik Militer ( KODM / Koramil ). Didalam pembentukan KODM/Koramil ini sangatlah terasa kekurangan tenaga-tenaga dari Angkatan Perang, sehingga dibeberapa Kecamatan terdapat Asinten Wedono / Camat yang diangkat sebagai Komandan KODM dengan diberi pangkat Tituler. KODM inilah yang memegang pimpinan Pemerintahan Militer terendah dan memimpin rakyat untuk melaksanakan pertahanan serta bertugas menjalankan peraturan – peraturan melalui Camat kepada Kepala Desa yang diteruskan kepada masyarakat yang merupakan sendi dan tulang punggung perjuangan karena jelas dan terbukti bahwa pertahanan total kita didasarkan pada segala kekuatan yang ada pada rakyat.

Dari perkembangan perjuangan dan kemajuan pembangunan, keberadaan satuan-satuan Koramil di wilayah Magetan hingga tahun 1999 terdapat 13 Koramil terdiri dari :
a. Koramil 0804/01 Magetan terdapat 9 Kelurahan dan 17 Desa.
b. Koramil 0804/02 Plaosan terdapat 2 Kelurahan dan 23 Desa.
c. Koramil 0804/03 Panekan terdapat 1 Kelurahan dan 16 Desa.
d. Koramil 0804/04 Parang terdapat 1 Kelurahan dan 12 Desa.
e. Koramil 0804/05 Poncol terdapat 1 Kelurahan dan 7 Desa.
f. Koramil 0804/06 Maospati terdapat 3 Kelurahan dan 12 Desa.
g. Koramil 0804/07 Karangrejo terdapat 2 Kelurahan dan 22 Desa.
h. Koramil 0804/08 Barat terdapat 2 Kelurahan dan 24 Desa.
i. Koramil 0804/09 Sukomoro terdapat 1 Kelurahan dan 13 Desa.
j. Koramil 0804/10 Kawedanan terdapat 3 Kelurahan dan 17 Desa.
k. Koramil 0804/11 Takeran terdapat 1 Kelurahan dan 20 Desa.
l. Koramil 0804/12 Lembehan terdapat 1 Kelurahan dan 9 Desa.
m. Koramil 0804/13 Bendo terdapat 1 Kelurahan dan 15 Desa.

Pada tahun 2000 di Kecamatan Barat dilaksanakan pengembangan Kecamatan yaitu Kecamatan Kartoharjo, tahun 2001 di Kecamatan Karangrejo dilaksanakan pengembangan Kecamatan Karas, tahun 2002 di Kecamatan Magetan dilaksanakan pengembangan Kecamatan Ngariboyo, tahun 2005 di Kecamatan Takeran dilaksanakan pengembangan Kecamatan Nguntoronadi dan tahun 2007 di Kecamatan Plaosan dilaksanakan pengembangan Kecamatan Sidorejo. Dengan adanya pemekaran Kecamatan di wilayah Kabupaten Magetan secara tidak langsung mempengaruhi keberadaan Koramil untuk menyesuaikan dan menempatkan pos penghubung.

10. Pembinaan Korsa (Esprit De Corps)

Bela Negara merupakan kewajiban dasar manusia yang tidak dibawa sejak lahir, maka ia harus ditumbuh kembangkan penerapannya sejak dini agar sebagai warga Negara memiliki kesadaran terhadap tanggung jawabnya untuk melindungi segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan serta secara berdaulat ikut serta dalam mewujudkan ketertiban dunia.

Dalam menyikapi sejarah perjuangan bangsa, sebagai seorang prajurit TNI dan generasi penerus bangsa harus mampu melestarikan nilai-nilai kejuangan dari para Pahlawan kusuma bangsa. Penerapan kecintaan kepada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia, kerelaan berkorban untuk bangsa dan Negara harus selalu diterapkan pada diri seorang Prajurit.

Personel Kodim 0804 (TNI dan PNS) selalu aktif dalam melaksanakan setiap program dan tetap berpegang teguh dengan berlandaskan pada Sumpah Prajurit, Sapta Marga, 8 Wajib TNI maupun Panca Prasetya Korpri serta senantiasa aktif dalam mengikuti setiap pengarahan / penyuluhan dibidang Hukum, Tata Tertib dan Disiplin serta pembinaan mental baik dari Komandan Satuan maupun dari Komando atas.

BAB IV

Pengabdian

11. Pengabdian Satuan

Pembinaan Teritorial merupakan bagian dari tugas TNI AD dalam upaya membantu Pemerintah menyiapkan potensi Nasional menjadi kekuatan pertahanan yang meliputi wilayah pertahanan darat beserta kekuatan pendukung dalam rangka membangun kesadaran pertahanan guna kepentingan pertahanan Negara sesuai dengan Sistem Pertahanan Semesta.

Komando Distrik Militer (Kodim) adalah Komando pelaksana, bersifat kewilayahan dengan tugas pokok menyelenggarakan pembinaan Teritorial untuk menyiapkan wilayah pertahanan di Darat dan menjaga keamanan wilayahnya dalam rangka mendukung tugas pokok Kodam / Korem. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut diatas, Kodim menyelenggarakan tugas-tugas sebagai berikut :

a. Pertempuran.
1) Pembinaan ruang pertempuran, menyusun dan menyiapkan ruang untuk digunakan dalam penyelenggaraan pertempuran di Darat dalam rangka Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP)
2) Pembinaan daya tempur guna mendukung tugas pokok Kodam/Korem.
3) Mewujudkan kesiapan kekuatan pendukung dan tersedianya komponen cadangan dalam rangka penyelenggaraan OMP dan OMSP.

b. Pembinaan Teritorial yang meliputi penyelenggaraan Pembinaan kemampuan Teritorial, Pembinaan perlawanan wilayah, Pembinaan Komunikasi Sosial dan Pembinaan Bhakti TNI.

c. Melaksanakan fungsi organik Militer dan fungsi organik Pembinaan di bidang Intelijen, Operasi, Personel dan Logistik dan Teritorial mulai dari perencanaan, pengawasan dan pemeriksaan pada setiap kegiatan dalam rangka mendukung tugas pokok Kodim.

Operasi Penugasan dalam Negeri yang pernah dan dilaksanakan oleh satuan Kodim 0804 sebagai berikut :
a. Operasi penumpasan PKI tahun 1948
b. Operasi penumpasan G.30.S/PKI tahun 1965
c. Penugasan Operasi Timor-Timur tahun 1991 s.d 1995
d. Penugasan Operasi di Ambon/Maluku tahun 2002 s.d 2003
e. Pengamanan Pemilu tahun 1987 s.d 2004
f. Penugasan Operasi Aceh tahun 2005
g. BP Yonif 516 pada Operasi di Papua tahun 2007
h. Melaksanakan kegiatan Ops Bhakti TNI / TMMD berdasarkan program dari Komando Atas

BAB V

Penutup

Dalam melaksanakan fungsi pembinaan Teritorial tidak terlepas dari sejarah perjuangan Bangsa dimana keberhasilan perjuangan dalam memperoleh kemerdekaan tidak terlepas dari dukungan rakyat dan Bangsa Indonesia, oleh karena itu satuan Kodim harus senantiasa berusaha dan berupaya meningkatkan hasil guna dan daya guna untuk pencapaian tujuan dalam memanfaatkan SDA, SDB serta memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat untuk mempersiapkan aspek pertahanan darat.

Hakekat pembinaan Teritorial merupakan suatu proses mulai dari pemberian bimbingan, pengaturan, pengendalian dan pengawasan terhadap seluruh rangkaian kegiatan satuan dalam mengisi dan meneruskan cita-cita perjuangan bangsa. Oleh karena itu dengan tersusunnya sejarah satuan Kodim 0804 diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi seluruh personel dalam mendukung pelaksanaan tugas.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan Rahmat dan selalu melindungi kita semua dalam meneruskan pengabdian kepada bangsa dan Negara yang kita cintai.

Magetan, Oktober 2017

Komandan Kodim 0804
Letnan Kolonel Arm Heri Bayu Widiatmoko