Plaosan. Danramil 02 Plaosan Kapten Inf Waluyo Utomo,  memberikan materi wawasan kebangsaan terhadap siswa siswi SMPN 4 Nganjuk yang sedang melaksanakan LDKS di Aula rumah makan Bu Tini di Dusun Kuren Desa Dadi.

Pada kesempatan yang baik tersebut dihadapan 80 peserta dan pendukung LDKS dimanfaatkan oleh Danramil untuk menjelaskan tentang Disiplin, Perlakuan terhadap Bendera Merah Putih serta Menjelaskan tentang Idioligi Pancasila.

Pengertian dasar tentang disiplin adalah patuh dan taat terhadap semua peraturan yang berlaku, baik peraturan yang dibuat sendiri, peraturan kedua orang tua,  peraturan lingkungan RT,  RW sd Desa maupun peraturan  Pemerintah atau Negara. Agar patuh tergadap semua peraturan yang ada alangkah baiknya kalau para siswa mulai sekarang patuh terhadap aturan yang dibuat sendiri. (contoh : dikamar dibuat tulisan tempat topi,  tempat tas,  tempat baju, tempat sepatu dll begitu pulang sekolah masuk kamar Patuhi semua tulisan yang dibuat sendiri tsb) kalau aturan yang kita buat sendiri saja tidak berani melanggar apalagi aturan orang tua,  lungkungan, sekolah dan pemerintah pasti ditaati. Itulah cara melatih disiplin pribadi yang baik. “kata Danramil Plaosan”

Masalah perlakuan terhadap bendera yg sering mengabaikan adalah di kantor desa. Anak anak pulang dari latihan LDKS ini silahkan dilihat sore jam 19.00 Wib di kantor desa,  apabila bendera masih berkibar kasih tau Kadesnya bahwa yang dilakukan adl salah Aturanya adalah bendera dikibarkan pada saat matahari terbit dan diturunkan pada saat matahari terbenam jadi tdk dibenarkan bendera dipajang terus sampai warnanya berubah coklat dengan kuning,  ujungnya sobek sobek karena kehujanan dan kepanasan.  Dalam membuat bendera tidak boleh melebihi bendera pusaka yaitu 2 M X 3 M dan tiangnya paling tinggi 17 M.

Tidak kalah penting para siswa harus tahu, apa yang harus dilakukan apabila pada saat upacara bendera hari senin terjadi gangguan dalam pengibaran bendera ( contoh : pada saat bendera dibentangkan ternyata tali/cincin kait bendera yang akan dikaitkan ke tali tiang bendera putus,  maka yang harus dilakukan adalah dua orang pengerek dan pengibar bendera tetap membentangkan bendera,  merah diatas, putih dibawah setelah itu pembawa bendera melaporkan “BENDERA SIAP” maka Dan up memimpin penghormatan ” Kepada sang merah putih hormat grak,  lagu Indonesia raya dikumandangkan seluruh peserta upacara menghormat.  Setelah ada aba-aba  tegak dari Dan up maka bendera dilipat dibawa kembali ke daerah persiapan. Bagaimana kalau gangguanya tali bendera putus terus bendera jatuh yang dilakukan dua orang petugas berusaha menangkap dan dibentangkan merah diatas putih dibawah selanjutnya dihormati dst. prinsipnya tidak boleh ada pembetulan gangguan apapun bentuknya pada saat upacara sedang berlangsung (kecuali kebalik putih diatas merah dibawah)  kapan pembetulan  nanti setelah upacara selesai.

Mengenai Idiologi Pancasila Danramil mengingatkan sejak th 1945 sampai dengan hari ini seluruh bangsa Indonesia sepakat bahwa Idiologi NKRI adalah Pancasila.

Hati hati yang terjadi sekarang ini ada 3 kelompok orang dengan idiologi yang berbeda yaitu :

  1. Kelompok pertama adalah Orang yang mempercayai bahwa Tuhan itu ada dan meyakini bahwa Tuhan mengatur segala urusan dunia dan akirat.
  2. Kelompok kedua adalah orang yg mrmpercayai Tuhan itu ada tapi mereka meyakini bahwa Tuhan hanya mengatur urusan akirat, masalah dunia urusan manusia (contohnya orang-orang liberal yang hidup di negara maju, mereka bisa sukses merasa atas upayanya sendiri / tidak ada campur tangan Tuhan)
  3. Kelompok ketiga orang yang tidak percaya adanya Tuhan tidak percaya terhadap agama ( inilah idioligi komunis pembawa ajaran Karl Mark dan Lenin yang sangat bertentangan dengan Pancasila ) kelompok ketiga ini sangat bertentangan dengan kelompok pertama yaitu orang orang yang yakin terhadap Idioligi Pancasila.

Indonesia dengan idiologi Pancasila masuk kelompok yang pertama, bahwa orang Indonesia apapun agamanya mengakui adanya Tuhan YME dan meyakini bahwa Tuhan mengatur segalanya urusan baik didunia maupun akirat.

Tinggalkan Balasan