Sukomoro – Pemerintah melalui Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mewajibkan vaksin  bagi anak-anak Indonesia, diantaranya vaksin Difteri dan vaksin Campak demi menciptakan generasi sehat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah ibu Abit Rt 01/07 Posyandu Robahan Desa Kembangan Kec Sukomoro Kab Magetan. Selasa(13/2/2018)

Masih banyak ditemukan orang tua yang seringkali melewatkan periode imunisasi pada anaknya, faktor kelalaian inilah yang akhirnya membuat banyak anak Indonesia rentan terhadap berbagai jenis penyakit, seperti campak dan penyakit lainnya, alasan orang tua tidak mengimunisasi anaknya karena khawatir efek samping ( kejadian ikutan pasca imunisasi/KIPI ), isu obat imunisasi tidak halal dan karena tidak paham dampak bila anak tidak diimunisasi.

Peduli generasi sehat masa depan bangsa, Sertu Parlan Bintara Pembina Desa Koramil 0804/09 Sukomoro bersama bidan desa lakukan imunisasi balita. Kondisi itu menggerakkan Sertu Parlan selaku Babinsa Desa Kembangan Koramil 0804/09 Sukomoro bersama dengan perangkat desa membaur bersama masyarakat membantu bidan ibu Sari melaksanaan imunisasi Difteri di Rumah ibu Abit Rt 01/07 Posyandu Robahan

Apabila kesadaran akan pentingnya imunisasi Difteri turun, maka tingkat penyebaran wabah Difteri akan semakin tinggi. Ini berarti jumlah anak yang berpotensi menyebarkan wabah Difteri kepada teman-temannya pun semakin tinggi. Jadi, selagi bisa sebaiknya penyakit Difteri harus kita cegah dengan melakukan imunisasi Difteri saat usia bayi 1 tahun dan imunisasi ulangan per triwulan, ”Tegas Sertu Parlan”

Kepala dusun Klakar Desa Kembangan Bapak Lamin mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya imunisasi campak dan imunisasi lain di desanya, Bapak Lamin berharap nantinya tidak ada warganya yang terjangkit Fifteri dan penyakit lain yang disebabkan kurangnya kesadaran dari manfaat imunisasi ” Inilah mengapa pentingnya imunisasi pada anak yaitu agar pencegahan dapat dilakukan,” katanya.

Tinggalkan Balasan