Danramil 0804/10 Hadiri Hari Ulang Tahun PSM Yang Ke 75 Di SMK PSM Kawedanan

Magetan – Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) merupakan salah satu Pondok Pesantren Salafiyah yang cukup terkenal di karesidenan Madiun. Pondok pesantren ini terletak di jantung kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Propinsi Jawa Timur, sekitar 16 kilometer dari arah Magetan dan sekitar 9 kilometer dari arah Madiun.

Pesantren Sabilil Muttaqien atau yang dikenal dengan sebutan PSM hari Senin tgl 17 September 2018 telah melaksanakan resepsi Hari Ulang Tahun PSM ke 75 yang bertempat di SMK 1 PSM Kecamatan Kawedanan.

Dalam pelaksanaan Resepsi Ulang Tahun PSM yang ke 75 dihadiri oleh Camat Kawedanan yang di wakili oleh Bpk Sekcam Bpk Suparlan S.sos , Danramil 10 Kawedanan Kapten Caj Jemani , Kapolsek Kawedanan yang di wakili oleh Aiptu Saleh , Sesepuh PSM Bpk H Sayid Abdulah , Ketua YPI PSM Cabang Kawedanan Bpk H M Taufik Karyadi , Kepala KUA Kecamatan Kawedanan KH. Anwar, SAg, MAg , Kepala SMK PSM 1, Kepala SMK PSM 2 , Kepala TK PSM 1 , Kepala TK PSM 2 dan Bapak dan Ibu guru serta Karyawan

Ketua Panitia Sunaryo S. Kom mengatakan PSM sebagai lembaga Pendidikan turut menyiapkan generasi Bangsa ke depan dengan meningkatkan Mutu dan Manajemen Pendidikan dari SMK PSM. SMK PSM menjadi salah satu dari sekian sekolah kejuruan yang berada dibawah naungan PSM. Dengan berbagai fasilitas yang ada, SMK PSM siap dan bisa bersaing dengan lulusan sekolah lain.

Sementara itu Ketua YPI PSM Cabang Kawedanan Drs H. M Taufik Karyadi mengingatkan kembali sejarah berdirinya PSM, Umur pondok PSM sebenarnya sudah cukup tua, yakni di penghujung tahun 1800an. Pondok pesantren ini mulanya dirintis oleh Kyai Hasan Ulama dan dibantu oleh rekannya, Kyai Muhammad Ilyas pada tahun 1303 Hijriyah, atau sekitar tahun 1880 M. Mereka berdua adalah tokoh pemuka agama sekaligus ulama sufiyah yang sangat disegani oleh masyarakat di daerahnya pada waktu itu, yakni di Takeran.

Sebelumnya, Kyai Hasan Ulama adalah pengikut setia Pangeran Diponegoro yang ketika itu terjadi peperangan melawan pasukan VOC. Kyai Khalifah (pangeran Kertapati), yakni ayahanda dari kyai Hasan Ulama turut dalam peperangan tersebut. Sedangkan beliau sendiri melarikan diri ke arah timur menuju daerah yang bernama Takeran. Sebelum tiba di Takeran, mereka sempat membangun semacam langgar di daerah Tegalrejo Ponorogo. Sesampainya di Takeran, mereka membangun sebuah pondok yang diberi nama pondok Takeran, yakni cikal bakal pondok PSM.  (R 10)

Tinggalkan Balasan