Magetan –  Penutupan pendidikan pertama Tamtama TNI AD Gol II Tahun 2019, Secata Rindam V/Brawijaya turut dihadiri Dandim 0804/Magetan Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy,  SE beserta jajaran Forkopimda Magetan.

Sebanyak 360 prajurit siswa dinyatakan lulus pendidikan pertama Tamtama TNI AD. Penanggalan tanda peserta pendidikan ini dilakukan dengan upacara, di lapangan Candradimuka Secata Rindam V/Brawijaya, Magetan. Sabtu (13/4/2019).

Upacara penutupan pendidikan pertama Tamtama TNI AD Gol II Tahun 2019 ini dipimpin Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Wisnoe,  P.B selaku Irup dan komandan upacara adalah Letkol Inf Yusuf Dody Sandra, S.I.P, M.I.Pol (Dan Secaba Rindam V/Brw).

Pangdam dalam sambutannya mengatakan bahwa pelantikan ini merupakan simbol bahwa para mantan prajurit siswa setelah menyelesaikan pendidikan pertama atau pendidikan pembentukan menjadi seorang Prajurit Tamtama Angkatan Darat.

Acara pelantikan pada hari ini tentunya menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi para Tamtama sekalian yang telah melalui satu tahapan pendidikan, yakni Pendidikan Pertama Tamtama TNI AD.

Namun kata pangdam, apa yang telah dicapai ini baru merupakan awal dari perjalanan karir di dunia militer.

Baik pribadi dan atas nama Komando, dengan rasa syukur dan bangga pangdam menyampaikan selamat kepada para Tamtama sekalian atas keberhasilan kalian menyelesaikan pendidikan pertama Prajurit Angkatan Darat. Disertai harapan semoga hal ini menjadi motivasi dalam meniti perjalanan pengabdian di lingkungan TNI AD.

Keberhasilan dalam menyelesaikan pendidikan pertama ini tentunya tidak lain karena adanya kesungguhan, disiplin dan loyalitas yang dimiliki oleh para mantan prajurit siswa selama mengikuti dan menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan pendidikan, “ujar pangdam”

Merubah mental dalam pendidikan yang singkat ini tidak cukup bagi kalian untuk memiliki jiwa kejuangan sebagai prajurit sejati. Oleh karena itu, harus senantiasa mempedomani Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI yang penjabarannya adalah senantiasa patuh dan taat kepada atasan, bersikap tegas, tabah dan berani untuk menghadapi tantangan dengan resiko apapun.

“Serta selalu berlaku baik dengan masyarakat, dalam kehidupan sehari-hari. Hindari pelanggaran dan tindakan indisipliner, karena akan bisa merusak citra dan nama baik diri sendiri dan TNI AD,” lanjutnya.

Berkenaan dengan itu, para mantan prajurit siswa sekalian patut bersyukur dan berbangga, karena pada hari ini telah resmi menyandang status sebagai Prajurit Tamtama TNI Angkatan Darat. “Tuturnya” (Pendim 0804)

Tinggalkan Balasan