Magetan – Dandim 0804/Magetan Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, SE. acara puncak Gebyar Labuhan  sarangan.  Agenda tahunan ini menyedot perhatian ribuan wisatawan baik wisatawan lokal maupun dari luar Magetan. Gebyar Labuhan  Sarangan ini merupakan salah satu tradisi rutin yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Magetan dan masyarakat sekitar Telaga Sarangan yang ditandai dengan acara pucak larung tumpeng di tengah Telaga Sarangan. Minggu(5/5/2019)

Kegiatan ini sebenarnya merupakan tradisi bersih desa. Kemudian dilanjutkan Festival Gebyar Labuhan Sarangan oleh Pemkab Magetan. Tujuan bersih desa dan festival tersebut untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan. Tujuannya untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah, karena kami bersama masyarakat telah diberikan rahmat berupa telaga. Dengan adanya telaga ini, masyarakat bisa hidup lebih sejahtera.

Kegiatan festival yang melibatkan ratusan orang tersebut diawali dengan kirab tumpeng berukuran besar dan gunungan yang tersusun dari berbagai hasil bumi. Berangkat dari sekitar kantor Kelurahan Sarangan menuju telaga sejauh sekitar 500 meter. Kirab cukup meriah, karena manampilkan puluhan peserta berbusana karnaval. Juga didukung penampilan Reog Ponorogo. Ribuan orang memadati ruas jalan yang dilintasi peserta kirab.

Sampai telaga, tumpeng berukuran besar dan gunungan hasil bumi diusung menggunakan `speed boat’ mengelilingi telaga yang berada di lereng Gunung Lawu dan memiliki luas 30 hektare. Setelah mengelilingi telaga sekali putaran, tumpeng dilarung di tengah telaga disaksikan Bupati Magetan dan Forkopimda Magetan,  sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, warga sekitar serta wisatawan.

Bupati Magetan Dr. Drs. Suprawoto, SH. Msi. mengatakan acara inti dari labuhan Sarangan adalah bersih desa Sarangan, yang diadakan setiap Jumat Pon bulan Rajab.”Acara Gebyar Labuhan Sarangan ini sebenarnya acara bersih desa Sarangan , terus oleh pemerintah kabupaten Magetan dimanfaatkan untuk promosi wisata telaga Sarangan yang dikemas menjadi hari minggu. Tapi bersih desa Sarangan tetap diadakan hari Jumat,”ujar Suprawoto”

Pilihan hari minggu, karena pada hari minggu adalah hari libur, diharapkan banyak pengujung yang mau datang ke wisata Telaga Sarangan. Harapan pemerintah dan masyarakat Sarangan dengan digelarnya acara ini selain untuk mengenalkan wisata telaga Sarangan juga bisa mendongkrak pendapatan Anggaran daerah (PAD) Kabupaten Magetan. “Satu hal lagi yang dapat mempengaruhi acara Gebyar Labuhan Sarangan ini adalah roda perekonomian masyarakat Magetan khsususnya Sarangan dapat berjalan dengan baik dan meningkat dari tahun ke tahun,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan