Magetan –  Guna membantu kelancaran panen padi di sebagian wilayah Kabupaten Magetan yang sedang berlangsung, Koramil Jajaran Kodim 0804/Magetan mengerahkan para Babinsa untuk membantu dan mendampingi kegiatan panen padi di wilayah binaan masing-masing.

Salah satunya Babinsa Koramil 0804/04 Parang, Serda Saimun yang turun langsung membantu panen padi di lahan seluas 200 RU atau sekitar 0,3 hektar, milik Suparman, Poktan Sumber Rezeki, Desa Ngunut, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu(29/06/2019).

Pantauan Babinsa di lapangan, di lahan sawah yang ditanami jenis padi varietas Infari 33 tersebut panen padi dilakukan secara manual dan langsung dirontokan menggunakan alat perontok milik warga sekitar.  Sedangkan untuk produktivitas padi dalam sata hektar sekitar mencapai 7,76 ton per hektar, sedangkan untuk luasan sawah 200 bata diperkirakan mendapatkan gabah seberat 2,32 ton.

Masih di wilayah Koramil 0804/04 Parang, aktivitas pendampingan panen padi juga berlangsung di wilayah lainnya, seperti Desa Joketro, Desa Sundul,Desa Tamanarum dan desa-desa lainnya.  Kegiatan panen padi  tersebut tak lepas dari pantauan dan pendampingan dari Sertu Sunaryo, Babinsa Desa Joketro,Sertu Agus Desa Sundul dan Babinsa Desa Tamanarum Serma Kadirun Serta Danramil 04 Parang Kptn Inf Gunawan ikut langsung di lokasi tempat Panen Padi.

Danramil 0804/04 Parang Kapten Inf Gunawan, mengatakan, aktivitas pendampingan yang dilakukan para Babinsa merupakan bagian dari upaya khusus ketahanan pangan guna mendukung dan membantu petani dalam pencapaian swasembada pangan yang diprogramkan pemerintah.

“Pengawalan dan pendampingan yang dilakukan para Babinsa ini tidak hanya saat panen padi saja, namun juga dilakukan ketika pendistribusian benih dan pupuk. Selain itu Babinsa juga aktif turun ke lapangan mulai masa penyiapan lahan, masa tanam dan masa perawatan”, terangnya.

“Dengan turunnya Babinsa ke lapangan diharapkan mampu memberikan motivasi bagi petani dalam meningkatkan produksi pangan.  Babinsa juga tentunya akan membantu setiap hambatan dan kendala yang dihadapi petani guna dicarikan solusi mengatasinya namun tentunya akan dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan Poktan dan PPL atau BPP setempat”, pungkasnya. (R.04)

Tinggalkan Balasan