Magetan – Suasana Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah masih sangat terasa dan momen ini sangat penting untuk saling memaafkan, baik secara perorangan maupun kelompok. Seperti halnya yang dilakukan Danramil 0804/12 Lembeyan Kapten Inf Drs E.C Puguh P beserta Babinsa desa krowe serda bambang eko. Bersama warga di daerah binaannya, melaksanakan  halal bihalal di Masjid Baitul Iman, Desa Krowe, Kec  Lembeyan, Kab. Magetan.  Sabtu Malam(15/6/2019)

Menurut Danramil 0804/12 Lembeyan Kapten Inf Drs E.C Puguh P kegiatan halal bihalal ini sangat penting dilakukan guna menjalin silaturahmi diantara warga Desa Krowe. Dia berharap kegiatan halal bi halal ini menjadi tradisi  bagi warga  Desa Krowe, “Halal bihalal itu tidak perlu mewah, seperti saat ini sederhana namun membawa nuansa kebersamaan dan kekeluargaan untuk merekatkan tali silaturahmi” terangnya.

Kegiatan pengajian ini diisi dengan pengajian umum oleh KH.Salman Al Farisi dari kartoharjo magetan beliau memberikan tauziah Halal Bi Halal menjadi salah satu tradisi di Indonesia yang tak pernah terlewat tiap tahunnya, terlebih kebiasaan turun temurun ini berlangsung sesaat pelaksanaan Idul Fitri. Halal Bi Halal dapat dilakukan dengan cara berkunjung ke rumah tetangga, saudara, dan kerabat untuk saling memaafkan dan bersalam-salaman. Ada juga yang merayakan dengan mengundang segenap elemen masyarakat yang terkumpul pada suatu majlis agar tali silaturahmi tetap terpatri dengan baik.

Apalagi ini pesta kemenangan bagi umat islam yang selama bulan suci Romadhon telah berhasil menjalankannya dengan baik, sehingga di momen-momen yang sangat penting ini kesempatan untuk mensucikan diri lewat beramal sholeh dan bersedekah.

Kegiatan ini biasa dilakukan dengan bermaaf maafan serta memanjatkan doa Halal Bi Halal. Momen Halal Bi Halal memiliki istilah bermaaf-maafan pada lebaran. Seperti halnya yang dilakukan warga desa krowe kec.lembeyan dimana antara satu dengan lainnya membaur. Antara unsur pimpinan dengan warganya, antara pemerintah daerah dengan masyarakatnya dan antara Ulama dan Umara saling bermaaf-maafan.”pungkasnya”. (R 12).

Tinggalkan Balasan