Magetan – Pelda Sukarno Babinsa Kelurahan Panekan ikuti temu lapang tentang hasil panen produk jagung pioneer P. 36 kelompok tani dari perwakilan tiap tiap desa bertempat persawahan kelurahan Panekan.

Hadir dalam kegiatan tersebut petugas BPP Kecamatan Panekan Anita, SP, ketua penyelenggara PT DuPont Indonesia Sigit. Siswanto. ketua gapoktan panekan Mulyadi serta perwakilan poktan dari desa yang ada di Kecamatan Panekan. Rabu(12/6/19).

Hari temu lapang petani (Farmer Field Day/FFD) adalah pertemuan antara petani untuk saling tukar menukar informasi untuk menyebarluaskan tentang apa yang diterapkan melalui demonstrasi usaha tani tanaman jagung yang dihasilkan serta umpan baliknya. Pelaksanaan  Temu Lapang Petani dirangkaikan dengan panen perdana tanaman jagung jenis P. 36  yang menghasilkan hasil lebih unggul dan lebih baik.

Dalam sambutannya BPP kecamatan Panekan yang disampaikan Anita SP. menjelaskan bahwa Pemberdayaan Petani melalui Budidaya Tanaman Jagung merupakan upaya fasilitasi pembelajaran bagi kelompok tani melalui penerapan teknologi jagung yang sudah teruji agar mereka mampu menggunakan potensi yang dimilikinya dalam meningkatkan produksi dan produktivitas Jagung, sehingga diharapkan dapat mendukung terwujudnya target swasembada Pangan.” terangnya”.

Sementara itu dari PT DuPont Indonesia Sigit Siswanto mengatakan tanaman jagung P. 36 merupakan produk baru dari pioner yang memberikan keuntungan lebih besar, tahan bule dan beda dari pendahulunya. P. 36 hasil tinggi daya tumbuh yang optimal dan berkisar mampu menghasikan tongkol yang berbobot maksimal, “terangnya”

Babinsa kelurahan Panekan menambahkan, kegiatan temu lapang di desa binaaannya,  sebagai babinsa sangat mendukung penanaman bibit jagung jenis P. 36 . bibit ini sangat cocok di tanam kususnya wilayah panekan rata rata tanahnya di dataran rendah dan dataran tinggi. semoga dengan jagung pioner 36 bagi petani bisa mendapat hasil panen melipah, “kata pelda Sukarno”. (R.03)

Tinggalkan Balasan