MAGETAN, Gotong-royong merupakan tradisi atau budaya sosial kemasyarakatan sebagai ciri khas bangsa Indonesia, Kemerdekaan bisa di raih karena adanya semangat gotong-royong, kebersamaan dan bahu membahu seluruh masyarakat. Setelah reformasi semangat gotong royong tersebut seperti sudah mulai luntur dan salah satu penyebabnya adalah penggunaan uang atau sesuatu imbalan tertentu yang menjadi patokan dalam setiap kegiatan kemasyarakatan. Oleh sebab itulah Babinsa Desa Kleco Sertu Sri Suharno memelopori dan mengajak warga binaan untuk slalu hidup gotong-royong termasuk hari ini gotong-royong membangun rumah milik Mbah Bejo beralamat Desa Kleco RT 09/02 Kecamatan Bendo. (Jumat, 08/11)

 

Daerah Perkotaan sekarang ini makin sulit untuk mendapatkan tradisi gotong royong ini, bahkan beberapa desa secara nyata sudah mulai luntur dan penyebabnya adalah pengaruh modernisasi dan globalisasi serta uang menjadi perusak semangat gotong royong warga desa ini. Kehadiran dalam sebuah kebersamaan terkadang diwakili dengan uang. Contoh nyata tidak hadir ronda cukup bayar pakai uang. Tidak hadir dalam pertemuan rapat cukup titip uang iuran. Bahkan tidak ikut kerja bakti dalam masyarakat pun cukup memberi bantuan uang atau makanan sehingga rasa kebersamaan lama-lama akan hilang karena semua orang hanya mementingkan individualisme.

 

Namun untuk wilayah kecamatan bendo khususnya desa kleco semangat gotong-royong masih kental sekali terlihat, masyarakatnya bersatu guyub rukun dalam setiap kegiatan kemasyarakatan. Salah satu contoh hari ini Babinsa Sertu Sri Suharno dan warga binaan bersama-Sama gotong-royong renovasi disalah satu rumah warga, yaitu dirumah Mbah Bejo. Babinsa slalu mendorong warga binaan untuk slalu melestarikan sikap saling bantu dan gotong-royong agar segala pekerjaan dilaksanakan secara bersama-sama maka pekerjaan tersebut lebih ringan dan cepat selesai.

 

Suko Budiono Ketua Rt 09/02 menuturkan bahwa warga Desa Kleco  ini masih menjaga dan melestarikan budaya gotong-royong, kalau ada kegiatan desa, masyarakat dengan mudah untuk diajak bersama-sama bekerja. Begitu juga dengan tetangga selalu guyub rukun saling membantu, masyarakat disini sangat mudah untuk diminta bantuan tenaga, mereka tidak pernah perhitungan dalam hal membantu tetangga. Inilah yang membuat masyarakat Desa Kleco bisa hidup rukun dan harmonis sesama tetangga

 

Sertu Sri Suharno mengatakan bahwa Mbah Bejo ini tergolong orang kurang mampu, jadi kalau dalam perbaikan rumahnya harus membayar tukang maupun pekerja lainnya tidak mampu. Buat beli material bahan bangunan saja berat rasanya. Namun dengan kepedulian kita dengan tetangga untuk bersama-sama melaksanakan gotong-royong perbaikan rumah tersebut, beban yang harus dihadapi Mbah Bejo supaya terasa ringan. Dan masyarakat Desa Kleco dengan iklas dan tulus selalu guyub rukun dalam setiap kegiatan gotong royong kemasyarakatan dan ini harus tetap dilestarikan. (R13)

Tinggalkan Balasan