Maospati, Sesuaikan pelaksanaan posyandu dalam menyongsong new normal atau tatanan baru. Demikian diungkapkan oleh Kepala Puskesmas UPTD Maospati Dr. Edi S Minoto pada saat membuka Pertemuan Koordinasi Lintas Program/Lintas Sektor Terkait Kebijakan Pelaksanaan Posyandu Masa Covid-19 yang dilaksanakan di ruang pertemuan Puskesmas UPTD Maospati , Kamis (01/10/2020).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Kompunen Gugus tugas Covid 19 di desa desa wilayah kerja Puskesmas UPTD Maospati, nampak hadir Babinsa dari Koramil 0804/06 Maospati mendampingi kader PKK serta petugas gugus tugas Covid 19.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Dr. Edi S Minoto selaku Kepala Puskesmas UPTD Maospati bahwa walaupun di masa Pandemi Covid 19 kegiatan posyandu harus tetap dilaksanakan karena menyangkut kesehatan warga masyarakat baik lansia, ibu hamil dan anak balita.
“Dalam pelaksanaannya, posyandu harus didukung oleh lingkungan sekitar dan gugus tugas tingkat desa. Ada tiga komponen pelaksanaan posyandu di era pandemi Covid-19, Pertama, kader akan melakukan perjanjian. Atur jadwal dengan pembatasan kunjungan dan undangan bergilir supaya tidak berkerumun,” ujarnya.

Kedua, lanjutnya, kunjungan rumah atau door to door. “Ibu, bayi, dan balita akan ditimbang menggunakan timbangan injak. Setelah selesai digunakan dan saat akan digunakan kembali, timbangan dibersihkan terlebih dulu. Selain itu, alat yang digunakan berulang bisa disemprot disinfektan terlebih dahulu, Komponen terakhir, pelaksanaan posyandu melalui sistem daring atau online,” ujar Kepala Puskesmas UPTD Maospati.

Pada masa pandemi ini, tambahnya, pemerintah harus mencegah penyebaran Covid-19. “Di sisi lain, pemerintah harus tetap memperhatikan upaya menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan balita. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menyediakan pelayanan kesehatan anak yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan,” jelasnya.

Pada intinya pelayanan kesehatan balita meliputi pemantauan pertumbuhan, perkembangan, pemberian imunisasi dasar dan lanjutan, kapsul vitamin A dan tata laksana balita sakit jika diperlukan, serta program pencegahan penyakit, seperti pemberian massal obat kecacingan dan triple eliminasi. Selain berfungsi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat dan antar sesama masyarakat, posyandu mendekatkan pelayanan kesehatan dasar, terutama berkaitan dengan penurunan AKI, AKB, dan AKABA. (R06)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.