Magetan. – Penyakit tuberkulosis (TBC) di Indonesia menempati peringkat ketiga setelah India dan Cina dengan jumlah kasus 824 ribu dan kematian 93 ribu per tahun atau setara dengan 11 kematian per jam. Untuk menemukan dan mengobati kasus tersebut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan skrining besar-besaran yang dilaksanakan tahun ini.

 

Salah satu nya di kecamatan Karangrejo kabupaten Magetan telah di lakukan screening tuberkulosis secara bertahap kepada 13 Kelurahan/Desa yang ada di sana. Puskesmas Karangrejo beserta tenaga medis dari kabupaten Magetan, anggota Koramil 0804/07 Karangrejo dan Polsek Karangrejo melakukan screening tuberkulosis melalui chest X-ray artificial intelligence di Puskesmas Karangrejo pada Sabtu (21/10/23).

 

“Kami melakukan skrining besar-besaran yang transformasional dengan memanfaatkan peralatan X-Ray Artificial Intelligence untuk memberikan hasil diagnosis TBC yang lebih cepat dan lebih efisien, termasuk bi-directional testing bagi penderita diabetes agar mereka mendapatkan pengobatan TBC sedini mungkin,” ucap dr. Agus Budi Prasetya kepala UPTD Puskesmas Karangrejo.

 

Perlu diketahui, gejala-gejala awal muncul TBC pada seseorang dapat berupa batuk karena menyerang saluran pernapasan dan juga organ pernapasan, batuk berdahak terus-menerus selama 2 sampai 3 minggu atau lebih, kemudian sesak napas, nyeri pada dada, badan lemas dan rasa kurang enak badan, nafsu makan menurun, berat badan menurun, dan biasanya yang muncul adalah berkeringat pada waktu malam hari meskipun tidak melakukan kegiatan apapun.

 

“Kami sangat merasa senang dengan adanya kepedulian dari pemerintah terhadap penyakit TBC sehingga dapat mengurangi resiko kematian, untuk itu tentunya kami akan selalu mendukung dan mendampingi setiap program pemerintah yang bertujuan untuk kesejahteraan dan kesehatan masyarakat tentunya,” tambah Babinsa Koramil 0804/07 Karangrejo Serka Budi Utama yang ikut mendampingi kegiatan tersebut. (R-07)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.