Magetan.kodim-magetan.com – Danposramil Ngariboyo Koramil 0804/01 Magetan, Kodim 0804/Magetan Peltu Hadi Kusnomo mewakili Danramil 0804/01 Magetan Kapten Caj Jemani menjadi Inspektur Upacara dalam pelaksanaan upacara pembukaan pelatihan diklat ketarunaan siswa siswi SMK YOSONEGORO Magetan yang bertemakan “Membina generasi muda untuk disiplin, bertanggung jawab dan tak kenal menyerah dalam belajar dan bekerja” yang diikuti 26 siswa siswi bertempat di Aula Koramil 0804/01 Magetan Jl. Pahlawan Kelurahan Tambran Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan.Jumat(04-11-2022)

Kegiatan upacara pembukaan pelatihan diklat ketarunaan siswa siswi SMK Yosonegoro Magetan tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah SMK YOSONEGORO bapak Kamit Manam, Danpos Peltu Hadi kusnomo, Anggota Koramil 0804/01 Magetan 8 orang, Guru SMK Yosonegoro, Siswa SMK Yosonegoro 26 Siswa siswi

Diklat Ketarunaan ini di buka oleh Danposramil Ngariboyo, Diklat ketarunaan ini dilaksanakan selama 14 hari yakni dari tanggal 03 s.d 16 November 2022. Pelaksanaan diklat ketarunaan ini diharapkan dapat membina fisik dan mental para taruna SMK Yosonegoro Magetan agar terciptanya kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai kunci suksesnya seorang taruna.

Danramil 0804/01 Magetan Kapten Caj Jemani melalui Danposramil Ngariboyo Peltu Hadi Kusnomo menjelaskan, Sekolah merupakan suatu bentuk organisasi yang mempunyai budaya tersendiri dari sistem yang utuh dan khas. khas budaya sekolah tidak lepas dari visi dan proses pendidikan yang berlangsung. Suatu sekolah dapat membentuk dan mengatur budaya yang ada, karena pembentukan dan manajemen budaya sekolah yang baik akan mendukung terciptanya sekolah yang efektif. Ketarunaan merupakan salah satu budaya yang dapat diterapkan di perguruan tinggi atau sekolah, lebih tepatnya Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) karena usia yang dinilai sudah cukup matang. Ketarunaan merupakan sistem pendidikan yang dapat dijumpai di beberapa Perguruan Tinggi, SMA, dan SMK di Indonesia.

Ketarunaan merupakan suatu sistem pendidikan yang menerapkan prinsip militer dengan tujuan membentuk karakter peserta didik, akan tetapi penerapan prinsip bukanlah prinsip murni militer. Berdasarkan pendapat tersebut, sekolah berbasis ketarunaan memiliki makna sebagai sistem pendidikan yang menerapkan prinsip-prinsip dasar militer. Prinsip yang diterapkan bukanlah militer murni akan tetapi dasar taruna (kegiatan pelatihan-pelatihan) yang digunakan dalam militer. Tujuannya adalah untuk menanamkan karakter, khususnya karakter kedisiplinan dan pembentukan kepribadian yang baik pada peserta didik. Pelaksanaannya mampu mencegah dan mengatasi penyimpangan pada kepribadian anak, sehingga anak dapat berkembang dengan baik. Sekolah dengan basis ketarunaan dalam kesehariannya, secara fisik memiliki ciri tersendiri. Pungkas Peltu Hadi Kusnomo.(R 01)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.